Minggu, 27 September 2015

puisi request

TAK AKAN ADA LAGI by. triska priliyanti

1234 adalah angka
angka yang akan terus menghitung
menghitung seberapa besar adanya
aku didalam otakmu..
  sulit untukku melihat
  sulit untukku mendengar
  dan sulit untukku mengetahui
  entah bagaimana angka itu akan berhenti
disini hanya akan ada angin yang meneteskan air mata
disini hanya akan ada awan yang mendung
dan akan ada namamu disana..
  hanya nama tak akan membuatmu tau 
  tak akan bisa membutmu mengembalikan senyumku..
  karena aku terluka..


HANYA ADA SATU  by. triska priliyanti

hanya ada satu rasa..
hanya ada satu warna..
hanya ada satu nama..
dan hanya ada satu 
bagiku adalah pelangi
 pelangi yang akan bersinar ketika hujan tiba
 dan akan terus bersinar ketika  aan bahagia
 dan diatas pelngi rasa itu ada
 warna itu ada
 dan nama itu ada
namun, seketika itu semua hilang terhapus angin
angin yang sangat gresang...
 hanya ada satu disana
didalam langit itu
hanya ada namamu seorang.


NADA   by. triska priliyanti

denting lagu mulai terdengar
seperti sentuhan-sentuhan suara yang sangat merdu
tuts piano mulai terlihat adanya
kehadirannya..
dari A ke B 
dari C ke D
suara itu akan tetap terdengar
walau hanya sebatas harapan saja
nada yang indah akan terus bernyanyi
mengisi ruang kosong ini...
tanpa kehadiran nada itu
bunga tak akan mekar di pagi hari
cahayanya adalah cahayaku...


BUNGAKU  by. triska priliyanti

bunga akan mekar jika matahari menyinari
bunga akan mekar jika disirami air
dan akan mekar jika dia tertawa
tapi kini bunga itu semakin layu
tanpa adanya matahari
tanpa adanya tawa
yang ada hanya air mata...
matahari dimana engkau berada
kembalilah kepadaku
kepada bungaku..
datang dan jangan biarkan tawa itu henti
hingga akhir waktu nanti..
engkau bersamaku